Perencanaan Keuangan Pribadi | Cerdas Kelola Keuangan Pribadi

Sekitar tiga minggu lalu saya telah menuliskan sebuah artikel mengenai Mengapa banyak orang tidak bisa mengatur keuangannya sendiri di weblog saya. Hasilnya dalam waktu singkat traffic di weblog tersebut meningkat drastis pun beserta email–email bertujuan konsultasi masuk ke inbox, bahkan hingga hari ini. Sebagian besar bertanya tentang “Bagaimana berinvestasi yang benar dan baik?” Lha, jawabannya selalu tidak ada yang benar dan baik karena semua tergantung kepada tujuannya terlebih dahulu.

Tanpa membahas jenis investasinya terlebih dahulu, saat satu persatu saya gali apa tujuan investasi mereka, beberapa menyebutkan berinvestasi untuk jaga – jaga, beberapa lain untuk menambah dana renovasi rumah atau untuk menambah dana DP rumah atau untuk melunasi cicilan KPR, lainnya berinvestasi untuk sesuatu yang mereka tidak ketahui tujuannya. Yang terakhir inilah yang paling ajaib, karena mereka mau berinvestasi tanpa tujuan…

Selain belum memiliki tujuan, sebagian besar yang merespon artikel tersebut dan ditambah pengalaman tukar cerita secara langsung dengan beberapa orang selama ini, jika di tarik benang merah maka kesimpulan saya sementara adalah sebagian besar orang menginginkan “Investasi dengan dana seminim-minimnya, dengan jangka waktu terpendek serta resiko serendah-rendahnya untuk mendapatkan return sebesar-besarnya”. Apakah ada investasi seperti itu?!

Bisa ada, bisa juga hampir ada. Maksudnya?!

Bicara tentang investasi, definisi yang dengan mudah anda bisa cari dari Wikipedia adalah “Putting some money into something with the expectation of gain, upon thorough analysis, has a high degree of security of principle, as well as security of return, within an expected period of time” yang jika diterjemahkan kurang lebih adalah “Investasi adalah menempatkan uang ke sesuatu [instrumen] dengan mengharapkan keuntungan, memiliki tingkat keamanan yang tinggi [teliti] berserta jaminan pengembalian dalam periode waktu yang diharapkan”.

Kita pecah satu persatu struktur definisi tersebut agar mudah dipahami. Dibagian pertama, “Investasi adalah menempatkan uang ke sesuatu [instrumen investasi]jelas menandakan ada uang yang memang harus ditempatkan di sebuah instrumen investasi. Baiklah, mungkin ada saja yang ingin mendebat, “Kan sekarang banyak seminar – seminar yang mengusung tema atau judul memiliki properti tanpa modal”.

Pertanyaannya, “Apakah anda bisa datang ke seminar itu secara gratis tanpa membayar biaya seminar sepeser pun?Tujuan anda mendapatkan ilmu, betul? Tentu anda harus membayar nilai investasi untuk sebuah “rahasia” memiliki properti tanpa modal, betul?! Jika memang benar ada yang memberikan 1.000% gratis, mohon beritahu seminar mana yang memberikan promo tersebut.

Bagian yang kedua adalah, “dengan mengharapkan keuntungan” yang sudah pasti kita ketahui bahwa tidak ada seorang pun menginginkan berinvestasi lalu rugi, sekecil apapun. Namun bagaimanapun, kehidupan penuh dengan resiko, begitu juga melakukan investasi pasti ada sebuah resiko berinvestasi didalamnya. Pertanyaan selanjutnya adalah, “Bagaimana cara meminimalkan resiko – resiko tersebut, benar?

Selanjutnya kita akan bahas struktur ketiga yaitu “memiliki tingkat keamanan yang tinggi [teliti] berserta jaminan pengembalian” yang menandakan setiap orang yang berinvestasi ingin kepastian, minimal Ia harus yakin uangnya ditempatkan  di tempat yang terjamin atau terpercaya, karena itu kita sebagai [calon] investor wajib teliti serta mengerti dimana kita menempatkan uang kita. Jaminan pengembalian atau likuiditas bisa juga merujuk kepada aspek legalitas dan prosedur pengambilan keuntungan serta faktor pajak keuntungan, tergantung dari sudut pandang mana kita bahas.

Terakhir adalah “dalam periode waktu yang diharapkan” menunjukan ada sebuah jangka waktu atau periode yang memang harus dilalui, dalam hal ini bukanlah hal yang instan atau sekejap mata. Meskipun begitu, sebagian dari kita tentu mengetahui ada beberapa jenis “investasi” yang menawarkan return besar dengan waktu yang minim sekali. Biasanya, investasi semacam itu tidak disertai informasi tingkat resiko yang ada serta bisa jadi lemah dari aspek legalitas.

Hal mengenai “Investasi instan” seperti judi, money game, dan lain sebagainya tidak akan saya bahas karena saya tidak berkecimpung disana dan saya juga seperti anda tentunya, berharap hasil keuntungan yang akan datang cukup aman untuk tujuan finansial pribadi, betul?

Semua yang saya garis bawahi diatas menunjukan investasi dalam bentuk apapun harus berdasarkan minimal 5 pertimbangkan sebagai berikut:

  1. Tujuan
  2. Jangka waktu
  3. Resiko
  4. Likuiditas
  5. Pajak

Setelah sekilas anda mengetahui tentang investasi secara umum, mari kita melihat lebih dalam lagi, namun terbatas pada beberapa bahasan saja, karena jika tidak dibatasi maka akan menghabiskan lebih dari 10 lembar. Bahasan artikel ini menekankan kepada investasi regular atau rutin bulanan.

Sejak dulu seperti kita ketahui bersama bahwa emas [logam mulia maupun perhiasan] serta properti [tanah dan bangunan] mendominasi pilihan seseorang untuk berinvestasi, dengan tujuan mengembangkan aset tentunya. Mata uang dolar, deposito dan saham biasanya menjadi pilihan berikutnya. Beberapa lainnya akan menyebutkan lukisan dan benda berharga lainnya.

Jika anda ditanya berapakah harga emas logam mulia [LM] per bulan Juli 2011 ini, beberapa akan bingung menjawab dan beberapa akan gagah menjawab, “Emas logam mulia per gram adalah [kisaran] Rp. 420.000,-“ Cukup gagah bila dijawab karena memang intensif berinvestasi di emas, baik logam mulia maupun perhiasan.

Sang logam mulia berwarna kuning tersebut saat ini memang seharga Rp. 420.000,- per gram -diluar biaya sertifikat emas LM-. Nah, jika ingin yang 10 gram, tinggal kali 10 saja. Silahkan, jika anda ingin investasi secara rutin [bulanan] di emas LM, artinya setiap bulan anda bisa alokasikan uang pendapatan anda sebesar kurang lebih minimal Rp. 2.100.000,- untuk 5 gram emas LM.

Lalu bagaimana jika alokasi uang untuk investasi hanya berada dikisaran Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 500.000,-?! Namun tentunya jika alokasi investasi dari penghasilan bisa diatas angka tersebut, jika mampu, itu lebih baik

Mari kita lihat ilustrasi berikut ini:

  • Seseorang berusia 25 tahun ingin berinvestasi di reksadana selama 30 tahun hingga usia 55 tahun.
  • Investasi rutin setiap bulan sebesar Rp. 100.000,- tanpa perubahan selama 30 tahun
  • Asumsi tingkat return adalah sebesar 25% per tahun [compounding interest/bunga berbunga], dengan asumsi tidak ada resesi ekonomi atau hal lainnya [cateris paribus].

Didapatkan informasi sebagai berikut dari ilustrasi diatas:

  • Jangka waktu adalah 30 tahun x 12 bulan= 360 bulan
  • Asumsi Interest adalah 25% ÷ 12= 2.08% per bulan [dirata-rata]
  • Investasi bulanan adalah sebesar Rp. 100.000,-

Maka hasil investasi selama 30 tahun tersebut akan setara Rp.8.030.176.157,- alias 8 Miliar lebih.

Menggiurkan, namun mungkin terlambat karena kemungkinan anda telah berusia lebih dari 25 tahun pada saat membaca ini. Jika belum berusia 25 tahun atau baru saja melewati usia tersebut, segera persiapkan diri anda. Baik, saya akan buatkan ilustrasi usia 35 tahun namun kita naikan alokasi investasinya, karena tentu anda telah berpenghasilan dengan baik pada saat ini.

Berikut adalah ilustrasi kedua:

  • Seseorang berusia 35 tahun ingin berinvestasi di reksadana selama 20 tahun hingga usia 55 tahun.
  • Investasi rutin setiap bulan sebesar Rp. 500.000,- tanpa perubahan selama 30 tahun
  • Asumsi tingkat return adalah sebesar 25% per tahun [compounding interest/bunga berbunga], dengan asumsi tidak ada resesi ekonomi atau hal lainnya [cateris paribus].

Didapatkan informasi sebagai berikut dari ilustrasi diatas:

  • Jangka waktu adalah 20 tahun x 12 bulan= 240 bulan
  • Asumsi Interest adalah 25% ÷ 12= 2.08% per bulan [di rata-rata]
  • Investasi bulanan adalah sebesar Rp. 500.000,-

Maka hasil investasi selama 20 tahun tersebut hanya akan setara Rp.3.359.556.854,- alias hanya 3 Miliar lebih.

Lho, bagaimana bisa begitu?! Kan yang versi kedua nominal investasi bulanannya lebih besar dari yang pertama?!

Betul, hitungan itu tidak salah sama sekali. Bahkan bila anda di usia 35 tahun ingin mengejar ketertinggalan dari ilustrasi pertama itu, maka anda bisa alokasikan kurang lebih Rp. 1.250.000,- per bulan untuk mendapatkan hasil yang sama sekitar 8 Miliar lebih tersebut di usia 55 tahun.

Sebelum mulai berfikir dan mencari tahu dimana anda bisa berinvestasi seperti ilustrasi diatas, ada baiknya ada kembali membaca arikel ini dan sebelumnya lalu sadari terlebih dahulu investasi itu bisa jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, semua tergantung tujuan anda.

Ada baiknya anda pahami dan rubah cara berfikir anda, yang mungkin, masih menginginkan investasi yang serba instan. Untuk pilihan intsrumen investasi silahkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Personal finance made EASY

Follow on twitter @perdanawanpane | www.perdanawanpane.com

Investasi bisa aman dan nyaman jika dilakukan dengan rutin, dimulai dari sekarang, nikmati di masa yang akan datang.

You may also like...

  • Sagimantoro

    Pagi Pak Pane…salam SUKSES.
    Sy ada pertanyaan nich..usia sdh 55th, dapat dana pensiun dari Perusahaan Rp 180jt. Kemana uang tsb sy investasikan utk dana hari tua yg aman, apa ada kata terlambat dalam perencanaan dlm hal ini. Terima kasih

    • Perdanawan P. Pane

      Lebih baik bertemu langsung saja Pak, agar lebih jelas. Terima kasih.

  • Venny

    Salam kenal Pak. Saya venny, usia 25 tahun. Selama ini saya telah melakukan investasi. Pasif income yg saya dapat sudah sy convert dlm bentuk emas batangan. Untuk saat ini saya ingin melakukan diversifikasi di instrumen atau portfolio investasi yang bisa memberikan return sebesar 25% per tahun dan bisa dicompounding. Dimana saya harus berinvestasi dan menabung pak? yang aman, nyaman, dan profitable. Saya mohon info lengkapnya di email saya pak. Terima Kasih.

    Best Regards,
    Venny

  • andre

    salam kenal pak, nama saya andre, umur 25 tahun. saya tertarik dgn ilustrasi yg anda buat di atas, dngn 100rb / bln bs jadi 8 M dlm 30 thn, bisa minta penjelasan lbih lanjut pak,klo bisa saran yg baik invest di rksadana mana, klo boleh info lenkap lwt email y pak,terimakasih

  • Hanny

    Salam kenal Pak, nama saya hanny, agustus 2012 ini tepat saya berumur 25 tahun. Saya tertarik dgn ilustrasi yg Bapak buat di atas, dng 100rb / bln bs jadi 8 M dlm 30 thn, bisa minta penjelasan lbih lanjut Pak,klo bisa saran yg baik invest di rksadana mana yang aman, nyaman dan profitable, tolong info lengkap lwt email Pak,terimakasih.

%d bloggers like this: